Fenomena Unik USG: Balita Senyum Bunda Makan Wortel, Cemberut Cocok Mengkonsumsi Kangkung

USG bayi berekspresi (Foto: Prof. Jackie Blissett/@profblissett/Twitter)

Hasil Ultrasonografi( USG) baru- baru ini menciptakan kalau balita nyatanya suka wortel tetapi tidak dengan sayuran- sayuran hijau semacam kangkung. Perihal tersebut bisa nampak dari ekspresi wajah sang balita di gambar hasil USG.

Mengutip dari Sciencealert, riset tersebut dicoba oleh periset dari Durham University di Inggris. Disebutkan, fakta awal merupakan balita bereaksi secara berbeda buat bermacam bau- bauan serta rasa saat sebelum mereka lahir.

Regu ilmuwan setelah itu menekuni pemindaian ultrasound 4D dari 100 wanita berbadan dua. Dari situ, mereka menciptakan kalau balita yang terpapar sayur- mayur wortel memperlihatkan respons” wajah tertawa”.

Sedangkan bunda berbadan dua yang memakan sayur- mayur hijau, semacam kale ataupun kangkung, menemukan hasil kebalikannya: balita memperlihatkan wajah menangis.

Ilmuwan pascasarjana pemimpin riset, Beyza Ustun, mengatakan kalau beberapa studi meyakinkan balita telah dapat merasakan serta mencium semenjak di dalam rahim. Tetapi, penelitian- penelitian itu berdasar hasil pascakelahiran.

“ Sedangkan riset kami merupakan yang awal kali memandang respon saat sebelum lahir,” kata Ustun.

Hasilnya, periset memperhitungkan paparan kesekian terhadap rasa semasa dalam isi dapat menolong menetapkan preferensi anak sehabis lahir. Perihal tersebut pula dinilai hendak berarti nantinya supaya anak tidak pilih- pilih santapan.

” Kemampuan buat menjauhi rewel santapan dikala menyapih,” ucap Ustun.

Semacam yang dikenal, manusia merasakan santapan memakai campuran indera pengecap serta penciuman. Sedangkan dalam rahim, diprediksi terjalin lewat menghisap serta menelan cairan ketuban.

Riset tersebut diterbitkan dalam harian Psychological Science oleh ilmuwan dari Durhams Fetal and Neonatal Research Lab serta Aston University di Birmingham. Regu dari National Center for Scientific Research di Burgundy, Prancis, pula ikut serta dalam riset itu.

Para periset yakin temuan itu bisa memperdalam uraian terhadap pertumbuhan indera pengecap serta penciuman, pula terhadap anggapan serta ingatan.

Salah satu periset, Jackie Blissett sebagai prof dari Aston University berkata kalau paparan rasa prakelahiran secara kesekian bisa menimbulkan preferensi rasa yang dirasakan usai melahirkan.

” Dengan kata lain, mengenalkan bakal anak pada rasa yang kurang disukai semacam kangkung, bisa jadi dapat buat mereka terbiasa,” kata Blissett.

Di informasikan Blissett, langkah riset selanjutnya merupakan memandang respons negatif bakal anak terhadap kangkung. Apakah makin berganti bersamaan berjalannya waktu? Ataupun malah jadi diterima dengan baik kala balita mencicipinya sehabis lahir.